Sunday, 12 October 2014

cerpen gue "Motivasi Hidup dan Cinta Sejati"



MOTIVASI HIDUP DAN CINTA SEJATI 
oleh:Laeli Maria Ulfah
Awan tiba-tiba menghitam..membuat langit menjadi muram hingga sang mentaripun terpejam. Angin sepoi-sepoi terus menyentuh daun-daun hijau yang bergoyang dengan senang. Tik...tik...tik...air mata dari langit telah menetes. Terlihat seorang anak perempuan sedang duduk tenang sembari menatap tajam ke arah rintik-rintik hujan. Dia bernama Aisyah Az Zahra. Dia biasa dipanggil Aisyah. Waktu itu, dia masih duduk di bangku SMP, tepatnya kelas VIIIA SMP Negeri 1 Pelangi. Hidupnya yang sederhana dan berprinsip teguh pada ajaran Agama Islam,  membuat teman-temannya menjadi lebih akrab dan nyaman. “Tak terasa..hujan pun telah berhenti menandakan bahwa aku sudah lama melamun dari tadi..astaghfirullohal’adziim..”kata Aisyah. Ia pun bergegas untuk mandi, sholat, dan mengaji.
Malam yang sunyi..suara jangkrik bersahutan satu sama lain..udara terasa begitu dingin. Aisyah telah tidur dengan nyenyak. “Di mana aku? Kenapa ini begitu berbeda? Maaf, Anda siapa ya?” kata Aisyah.  Makhluk  berjubah putih menghampirinya, dan berkata, “bangun nak..” sekejap saja makhluk itu menghilang. Aisyah pun keheranan akan kejadian yang baru saja dilihatnya itu. Kemudian dia sadar dan terbangun dari mimpinya, astaghfirullohal’adziim..ternyata cuma mimpi? Pertanda apakah mimpiku tadi?” kata Aisyah. Mungkin ini adalah suatu hikmah yang dapat ku ambil sebagai pelajaran, bahwa kita hidup di dunia ini hanyalah sementara, takkan selamanya..karena tak ada yang abadi..hidup itu sangatlah singkat..maka, kita harus senantiasa berusaha menjadi hamba yang taat kepada Allah SWT, pikirnya dalam hati.
Aisyah menggerakkan kakinya menuju tempat wudhu. Lalu, dia mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat malam. Dalam suasana yang  tenang dan damai..bersujudlah Aisyah kepada-Nya. Tanpa dia sadari, air matanya telah menetes lalu berkata, “ Aku ingin curhat dengan-Mu ya Allah..ku posisikan duduk kembali..tangan merebah ke atas, dengan suara yang lirih, ku ungkapkan semua, “ ya Allah..Engkau Tuhanku..hamba sangatlah hina di hadapan-Mu..hamba ingin...sekali membahagiakan orang tuaku..masuk ke surga-Mu bersama orang-orang yang menyayangiku dan aku sayangi..tapi hamba tahu, hamba hanyalah manusia yang penuh dosa..merasa tak pantas di surga.. Namun, hamba juga takut masuk ke neraka-Mu..sebab, siksa di neraka sangatlah pedih.. ya Allah..hanya kepada-Mu lah ku memohon dan meminta.. Engkau lah segalanya bagiku.. terimakasih telah menakdirkan hamba sebagai manusia serta memberiku kesempatan untuk hidup di dunia ini. Ya Allah ya Tuhan ku..ampunilah dosa-dosa hamba, orang tua hamba, semua saudara hamba, guru-guru hamba, teman-teman hamba, dan seluruh umat Islam yang ada di dunia ini..bimbinglah hamba agar bisa menjadi manusia yang Engkau ridhoi..berikanlah hamba kekuatan untuk terus menjalankan perintah-Mu dan menjauhi larangan-Mu begitu juga dengan orang-orang yang menyayangiku dan kusayangi.. aku percaya sepenuhnya kepada-Mu ya Robbi, Engkau tempat kami bergantung, tak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah”. Air matanya terus mengalir..seraya berdzikir.. dia berfikir..dan  dia putuskan untuk membaca surat cinta-Nya yakni Al Quran pikir Aisyah. Lalu, dia membaca dan menghayatinya..subhanallah..hatiku sangatlah damai gumamnya.
Jarum kecil jam dinding menunjukkan tepat di angka 3. Aisyah melanjutkan untuk belajar sambil menunggu adzan subuh berkumandang. Detik demi detik telah berputar. Berkumandanglah adzan subuh itu. Dengan lemah lembut dia membangunkan ayah bundanya dan kedua adiknya untuk melakukan sholat subuh berjamaah.
Burung berkicau di pagi yang bersahaja. Sang mentaripun tersenyum menyambut pagi yang berkabut kelabu itu. Awan juga mulai merekah meramaikan suasana hari yang cerah. Aisyah sudah siap berangkat sekolah. Tak lupa ia berpamitan dan mencium tangan kedua orang tuanya. Dengan semangat tinggi di hati, ku jalani semua..ungkapnya dalam hati. Langkah demi langkah telah dilaluinya, telah sampailah ia di SMP Negeri 1 Pelangi tercinta.
Kring..kring..kring.. bel masuk pun telah berbunyi. Seorang guru biologi telah datang ke kelasku. Beliau adalah Ibu Sumiati.  
“Selamat pagi anak-anak..” kata Ibu Sumiati.
 “Selamat pagi bu guru..” jawab anak-anak serempak.
Ibu Sumiati, “hari ini kita belajar tentang pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan, buka buku cetak halaman 123, kalian baca dulu ya”
(setelah beberapa menit kemudian)
Ibu Sumiati, “baik akan ibu jelaskan, pertumbuhan dan perkembangan adalah suatu proses yang berjalan berkesinambungan, dengan perbedaan irreversibel dan reversibel..paham anak-anak?”
 “paham ibu..” jawab anak-anak serempak.
Ibu Sumiati berkata, “Oh ya, ada pengumuman bahwa pada  22 September 2011 akan diadakan lomba Pramuka tingkat kabupaten, selama 2 hari 1 malam tepatnya di bumi perkemahan Kincir Angin, yang ibu sebutkan adalah nama-nama siswa yang mewakili sekolah kita, yaitu Aisyah, Dewi, Fitri, Santi, Diana, dan Isnaeni, nanti setelah pulang sekolah,  kumpul di kelas IX A, guna persiapan latihan, terimakasih”.
“baik bu...”jawab Aisyah dan kawan-kawan.
Kring..kring..kring..bel pulang telah berbunyi. Anak-anak pun bergegas pulang, kecuali yang telah disebutkan tadi. Aisyah, Dewi, Fitri, Santi, Diana, dan Isnaeni segera menuju kelas IX A. Ketika mereka berjalan, tiba-tiba berhenti dan melongo, seperti melihat sesuatu, kecuali si Aisyah.
Aisyah, “ hey...kalian kenapa? Ko berhenti di sini?” pandangan si Aisyah menatap ke arah yang dilihat kawan-kawannya. “Hmm...jadi kalian berhenti, gara-gara melihat kak Johny? Astaghfirullohal’adziim”, kata Aisyah kepada mereka.
Diana menjawab, “hey..Aisyah, kita jarang-jarang loh..bisa melihat ketos yang super pinter dan super ganteng itu?”
“haha..iya bener buangett,” kata si Santi
“hah? “Tapi kenapa kak Johny palah senyumnya ke Aisyah coba?” si Dewi ikut nimbrung,
si Fitri menimpalinya, “iyaa...gue jadi iri sama lo Aisyah?”
 Isnaeni ikut-ikutan, “gue jugaa...”
Aisyah mengomentari, “astaghfirullohal’adziim..sudah-sudah..kalau berhenti..nanti kapan sampainya? Sudah ditunggu sama Ibu Sumiati loh..”
 Kawan-kawannya menjawab, “hahaa..bener..setuju sama lo ! lanjut !” akhirnya..sampailah mereka di IX A.
Hari demi hari terus berganti. Latihan terus dilakukan. Hari yang ditunggu-tunggupun tiba. Semua persiapan fisik dan mental telah siap. Tak lupa juga minta restu guru-guru, orang tua, dan teman-teman. Dengan menggunakan angkutan umum, mereka bersama pembina menuju bumi perkemahan Kincir Angin. Tibalah mereka dengan selamat, “alhamdulillah ya..”ucap Aisyah. Lalu, mereka memasang tenda dan menyiapkan semua. Dengan kerjasama, selesai sudah, tinggal nunggu upacara pembukaan. Setelah upacara pembukaan dibuka, perlombaan segera dimulai. Pada malam harinya, adalah lomba PenSi (Pentas Seni). Kebetulan, regu mereka mengeluarkan drama, undi no. 3, ketika mau tampil rasa deg-degan menyelimuti wajah mereka, terutama Aisyah.. sampai-sampai tangannya menjadi dingin, wajah tampak cerah sekali..seperti es salju yang membeku. Setelah selesai tampil, mereka bener-bener merasa lega. “alhamdulillah ya...kita sudah tampil kawan”, kata Aisyah. Tiba-tiba ia tersandung batu, ketika itu juga..topi koboy yang dipegangnya..terbang melayang..dan ditangkap oleh seorang anak laki-laki. Anak laki-laki itu melangkahkan kakinya menuju ke Aisyah. Entah kenapa...anak laki-laki itu begitu yakin, kalau pemilik topi koboy yang dipegangnya adalah Aisyah. Padahal, si anak laki-laki itu baru datang ke tempat PenSi, jadi..ga tahu, kalau yang barusan tampil adalah Aisyah dan kawan-kawan. Rasa yang belum pernah hadir di hati anak laki-laki itu, tiba-tiba muncul. Hati yang bergetar ketika melangkahkan kakinya  menuju Aisyah. Begitu juga dengan Aisyah, rasa bergetar muncul ketika melihat anak laki-laki itu menghampirinya.. dag..dig..dug...tepat di depannya anak laki-laki berdiri memegang topi koboynya.
Anak laki-laki itu berkata, “hey kamu..apakah pemilik topi ini?”
Aisyah dengan gugup menjawab, “heeeh iyaa...itu topiku, ko ada di kamu?”
anak laki-laki itu menjawab dengan salting, “owh...itu tadi..sambil garuk-garuk kepala..hey...ngomong-ngomong kita kan belum kenalan?, namaku Muhammad Al Ghazali, (sambil mengulurkan tangan) biasa dipanggil Habib, dari SMP Negeri 4 Atas Awan ”
Aisyah menjawab, “afwan..sambil menundukkan kepala, namaku Aisyah Az-Zahra, biasa dipanggil Aisyah, dari SMP Negeri 1 Pelangi”.
Si Habib berkata, “maaf, aku jadi malu Aisyah? Owh ya..tadi topimu terbang, terus sama aku tangkap.. ini topimu..(sambil menyerahkan topi ke Aisyah)”.
Aisyah menjawab, “owh..iya, makasih ya Habib, aku juga minta maaf, telah merepotkanmu” Habib menjawab, “ok..sama-sama Aisyah, sambil tersenyum”. Aisyah membalas senyumannya dengan tersipu.. Tiba-tiba  si Dewi, Fitri, Santi, Diana, dan Isnaeni muncul menghampiri si Aisyah.
Si Aisyah pun kaget.. “hey..kalian?”
si Dewi berkata, “ekhemm ekheem ..”
si Fitri nimbrung, “ciee...cieee...Aisyah?”
si Aisyah mengomentari, “Apaan sih kalian? Hmm..owh ya Habib, kenalin..ini teman-temanku, Dewi, Fitri, Santi, Diana, dan Isnaeni”.
Habib menjawab’ “salam kenal juga..”
 si Isnaeni berkata, “hey..kita harus segera ke tenda, ini gue dapat sms dari bu Sumiati” Aisyah berkata, “Habib, kita duluan ya? Assalamu’alaikum?” si Aisyah dan kawan-kawannya pun bergegas meninggalkan tempat PenSi.
Habib menjawab, “wa’alaikumsalam..sambil terus menatap kepergian Aisyah, jodoh pasti bertemu suatu hari nanti....insya Allah..astaghfirullohal’adziim..Ya Allah..untuk memikirkannya aku pun belum berhak gumamnya dalam hati.
*****
 Waktu terasa semakin berlalu. Tak terasa..si Aisyah sudah kelas IX SMP begitu juga dengan si Habib. Semenjak kejadian satu tahun silam, di bumi perkemahan kincir angin, hati mereka seperti terpaut satu sama lain. walaupun jarak memisahkan.. dihati...mereka tetaplah menyatu. Dalam pikiranku, baru kamu lah satu-satunya perempuan yang mampu menggetarkan hati ini. Banyak perempuan yang datang kepadaku, tak mampu menggoyahkan perasaanku padamu..Aisyah..kaulah cinta pertama dan terakhirku gumam si Habib. Habib setiap malam berdoa..kepada Allah, jika dia..Aisyah.. memang jodohku..pertemukanlah kami dalam ikatan pernikahan yang suci tanpa pacaran. Si Aisyah pun merasakan hal yang sama. Mungkin..karena doa mereka yang tulus mencintai karena Allah semata, doanya saling tersampaikan.
Siang berganti malam seperti waktu yang terus berjalan. Hari yang ditunggu-tunggupun telah datang, yaitu Ujian Nasional. Ibarat angin yang berlalu, Ujian Nasional telah di lalui. Pengumuman yang dinanti-nantikan telah tiba. Perasaan Aisyah sangatlah deg-degan begitu juga dengan si Habib. Alhamdulillah, Mereka sama-sama lulus dengan nilai memuaskan. Kemudian, mereka melanjutkan jenjang pendidikan SMA. Tanpa disengaja, ternyata mereka satu SMA, tepatnya mereka bersekolah di SMA Negeri 1 Menara. Walaupun demikian, mereka belum mengetahuinya, kalau sebenarnya jarak sangatlah dekat. Yang mengetahui, hanyalah Allah SWT.. mungkin  rencana manusia indah, tetapi rencana Allah jauh lebih  indah. Si Aisyah dan si Habib menjalani hidup dengan prinsip yang sama, motivasi hidup dan cinta sejati adalah Allah SWT. Orang yang baik, insya Allah akan mendapatkan jodoh yang baik pula. Jodoh kita, cerminan dari diri kita.
Masa-masa SMA adalah masa-masa paling mengesankan. Ibarat taman yang penuh dengan bunga berwarna-warni. Aisyah mengisi masa SMA dengan ikut organisasi Kerohanian Islam (Rohis) dan Kelompok Ilmiah Remaja. Di sini, aku mendapatkan ilmu,  pengalaman, sahabat, dan apa ya?susah untuk diungkapkan.hmm.. gumamnya.
Suatu hari, Aisyah pergi ke perpustakaan untuk meminjam buku biologi dan novel. Ketika ia menemukan buku biologi dan mau mengambilnya dari rak, bersamaan ada seorang anak laki-laki yang mengambilnya juga. Ternyata..orang tersebut adalah Habib. Dag..dig..dug..spontan si Aisyah kaget dan seolah tak percaya. Dalam benaknya, ia berpikir, “benarkah yang di depan ku itu Habib, orang yang selama ini mengisi hatinya?”
Habib juga merasakan hal yang sama. Jantungku berdebar-debar seperti ada gelombang yang menggetarkan. Sejenak..mereka saling menatap. Aisyah, “Astaghfirullohal’adziim, lalu (menundukkan kepala)”
Habib, dalam hati berkata “Ampuni hamba-Mu ini ya Allah”
Aisyah, “maaf, buku biologinya..” (belum selesai dipotong)
Habib, “ya sudah.. ambil aja, aku pakai referensi yang lain, ya ga apa-apa kok”
Aisyah, “beneran?..makasih..” (lalu berjalan mencari novel)
Habib, “tunggu dulu..apakah kamu Aisyah Az-Zahra?”
Aisyah, “iya..apakah kamu Muhammad Habib Al Ghazali?”
Habib, “iya...tak kira kamu sudah lupa sama aku..hmm?”
Aisyah, “maaf..aku takut mbok salah orang? Hehe..”s
Habib, “santai..suudah aku maafin kok..”
Aisyah, “makasih..duluan ya, soalnya aku buru-buru nih..mau mengerjakan tugaas kelompok, Assalamu’alaikum”
Habib, “wa’alaikumsalam” (sambil menatap kepergian Aisyah)



Hari-demi hari terus berlalu. Walaupun mereka sudah mengetahui, jarak mereka sangatlah dekat. Mereka palah jadi malu dan takut akan rasa suka yang telah dipendamnya selama ini. Mereka tidak pernah sms an, inbokan, apalagi pacaran. Dalam pikiran, mereka satu tujuan. Hidup di dunia ini bukan lah segalanya. Mereka selalu meningkatkan iman dan taqwa, sebab, Allah SWT adalah tujuan hidup bagi mereka. Cinta dalam diam. Cinta dalam hati. Mereka berharap, suatu hari nanti akan ada jawaban dari Sang illahi robbi. Jika memang berjodoh, pasti bertemu dalam ikatan yang suci. Namun, bila Allah SWT berkendak lain, pasti Allah telah merencanakan yang terbaik.





"Makna Cinta"
oleh Laeli Maria Ulfah
Satu kata penuh makna
Seribu bahasa kan bicara
Ungkapan yang terdalam
Oh..namamu cinta..

Oh..cinta..
Kehadiranmu menenangkan jiwa
Kau merubah segalanya
Bagai air yang terdispersi cahaya

Dunia ini penuh sandiwara
Hanyalah cinta yang mampu bertahan
Cinta yang sebenarnya bukanlah kata-kata
Hati pikiran perbuatan terasa mengagumkan

Cinta sejati akan bertahan tanpa mengenal waktu
Bagai karang di samudera
Akan abadi untuk selamanya..
Seperti perasaanku kepada-Mu

Cinta butuh pengorbanan
Semua terasa bahagia
Tulus dan apa adanya
Berakhir sebagai kebaikan

Saturday, 11 October 2014

"Puisi untuk-Mu"
oleh: Laeli Maria Ulfah

Sebuah kebahagiaan yang terdalam
Menyelimuti hati dalam diriku ini
Sulit untuk diungkapkan
Jiwa ku selalu tenang
Karena selalu mengingat-Mu
Selalu bersama-Mu
Berharap mendapatkan ridho-Mu
Masa depan yang berkah dan cemerlang
Semua karena cinta-Mu
Suatu hari nanti..ku ingin bertemu dengan-Mu..
Di surga-Mu ..
Ya Allah Ya Tuhanku..
Semoga Engkau kabulkan..
aamiin ya robbal'alamiin..